Sidang Tipikor Bekasi: Terungkap 7 Perusahaan “Direktur Bodong” Kendalikan Proyek Pemkab

portal kabar – Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Senin (30/3/2026). Sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam perkara dengan terdakwa pengusaha Bekasi, Sarjan, yang diduga menyuap eks Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, membeberkan praktik sistematis penggunaan “direktur bodong” dalam proyek-proyek pemerintah daerah.

Para saksi secara bergantian mengaku hanya meminjamkan nama sebagai direktur perusahaan tanpa mengetahui pengelolaan operasional maupun aliran keuangan.

Saksi Adi Purwo, mantan mandor proyek, mengaku diajak Sarjan ke notaris untuk mendirikan CV Mancur Berdikari pada 2022. “Saya hanya menandatangani kontrak saja. Tidak pernah ikut tender, tidak tahu soal keuangan, dan tidak pernah menerima atau menyerahkan uang,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Portal Kabar  Luhut Binsar Pandjaitan: Dari Menko Marves ke Penasihat Khusus, Apa Selanjutnya?

Kesaksian serupa disampaikan Mardian alias Omen, mantan kepala gudang yang namanya tercantum sebagai Direktur CV Lor Jaya, serta Nadi, seorang mandor harian yang menjadi direktur CV Singkil Berkah Anugerah dan telah menandatangani sekitar 10 kontrak proyek senilai miliaran rupiah sepanjang 2024–2025 tanpa mengetahui detail keuangannya.

Kesaksian paling mencengangkan datang dari Nasin, yang mengaku pernah diperintah Sarjan mencairkan uang Rp300 juta di Bank BJB Bekasi, lalu menyerahkannya kepada seseorang bermasker di sekitar kantor Pemkab Bekasi. “Saya disuruh menemui orang yang memakai masker dan menyerahkan uang itu. Setelah itu saya lapor ke Sarjan,” ungkapnya.

Fakta kian mengejutkan ketika Rudin, kakak kandung Sarjan yang tercatat sebagai Direktur PT Tirta Jaya Mandiri, mengungkap bahwa setidaknya tujuh perusahaan menggunakan nama orang lain sebagai direktur, sementara seluruh operasionalnya dikendalikan oleh Sarjan. Rudin juga mengaku menerima uang Rp200 juta pada Januari 2026 yang ia pahami sebagai pembayaran utang.

Portal Kabar  Anggaran Pemilu Setelah Pemisahan: Apa Kata KPU dan Bawaslu

Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT KPK terkait dugaan suap dan pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Sidang akan terus berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi berikutnya.


pram

Berita Lainnya

DPP Tetapkan Musda Golkar Jabar 1-2 April, Persaingan Memanas Diiringi Polemik Spanduk

portal kabar – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat akhirnya menemui kepastian. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menetapkan Musda Golkar Jabar akan digelar…

Saksi Ungkap Serahkan Rp300 Juta ke Orang Bermasker di Depan Kantor Pemkab Bekasi

portal kabar – Sidang dugaan korupsi proyek Kabupaten Bekasi dengan terdakwa pengusaha Sarjan di Pengadilan Tipikor PN Bandung diwarnai kesaksian mengejutkan. Saksi bernama Nasin mengaku diperintah Sarjan mencairkan Rp300 juta…

Kabarkan Peristiwa

DPP Tetapkan Musda Golkar Jabar 1-2 April, Persaingan Memanas Diiringi Polemik Spanduk

DPP Tetapkan Musda Golkar Jabar 1-2 April, Persaingan Memanas Diiringi Polemik Spanduk

Saksi Ungkap Serahkan Rp300 Juta ke Orang Bermasker di Depan Kantor Pemkab Bekasi

Saksi Ungkap Serahkan Rp300 Juta ke Orang Bermasker di Depan Kantor Pemkab Bekasi

Jasad Pria Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi, Dua Rekan Kerja Ditangkap

Jasad Pria Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi, Dua Rekan Kerja Ditangkap

Sidang Tipikor Bekasi: Terungkap 7 Perusahaan “Direktur Bodong” Kendalikan Proyek Pemkab

Sidang Tipikor Bekasi: Terungkap 7 Perusahaan “Direktur Bodong” Kendalikan Proyek Pemkab

Perang Karikatur di Bekasi: Antara Kritik Publik, Manuver Politik, dan Ujian Legitimasi Plt Bupati

Perang Karikatur di Bekasi: Antara Kritik Publik, Manuver Politik, dan Ujian Legitimasi Plt Bupati

Suap Rp11,4 Miliar dan Proyek Rp107 Miliar: Membongkar Jaringan Korupsi Sistematis di Pemkab Bekasi

Suap Rp11,4 Miliar dan Proyek Rp107 Miliar: Membongkar Jaringan Korupsi Sistematis di Pemkab Bekasi