Urgensi Musda DPD Golkar Jawa Barat: Mosi Tidak Percaya

portal kabar – Situasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat memanas seiring dengan munculnya mosi tidak percaya terhadap pengurusnya. Sertifikat Keputusan (SK) pengurus saat ini telah kedaluwarsa sejak 28 Maret 2025, sementara surat edaran yang mengisyaratkan perpanjangan kepengurusan tidak meredakan keresahan di kalangan kader.

Musyawarah Daerah (Musda) yang semestinya menjadi forum penting bagi internal partai untuk memilih kepemimpinan baru, hingga saat ini belum memiliki kejelasan mengenai waktu dan tempat pelaksanaannya. Sejumlah kader mulai melontarkan desakan agar Musda segera dilaksanakan, mengingat situasi ini berpotensi serius mempengaruhi reputasi dan arah kebijakan Partai Golkar di tingkat pusat.

Wachyu Ginanjar, salah satu pengurus DPD Golkar Jawa Barat, menegaskan bahwa pemimpin di level atas mesti segera mengambil tindakan. “Kami merasa tidak ada urgensi untuk memperpanjang SK kepengurusan, yang harus dilakukan sekarang adalah melaksanakan Musda,” ujar Wachyu. Dia mengingatkan, Jawa Barat merupakan penyumbang suara terbesar bagi Partai Golkar, sehingga kejelasan pengurus sangat krusial.

Portal Kabar  Wacana Musda Golkar Jabar Meredup, Kader Pertanyakan Kepastian Jadwal

Ketidakpastian mengenai jalannya Musda juga menimbulkan kebingungan di antara anggota DPD Golkar Jawa Barat. โ€œKami sangat mengharapkan kejelasan dari pihak berwenang, namun hingga kini tanggapan resmi masih sangat minim,โ€ imbuhnya. Menurutnya, meskipun waktu pelaksanaan Musda merupakan wewenang Ketua Umum, seharusnya sudah ada permohonan tertulis dari DPD Jawa Barat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Di tengah keresahan ini, desakan untuk segera menggelar Musda juga datang dari H. Kusnadi, Wakil Ketua bidang Bencana dan Sosial. Dia menegaskan bahwa penundaan Musda bukanlah langkah yang tepat dan perlu dijelaskan secara akuntabel. “Semua kader perlu kepastian, bukan sekadar rumor yang semakin memperkeruh situasi,” lanjutnya.

Portal Kabar  Demo Tolak Dani Ramdan Sebagai Calon Bupati Bekasi, Partai Golkar: Jangan Perlakukan Kami Seperti Pelacur

Ketua Komisi Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, H Yod Mintaraga, menambahkan bahwa penundaan Musda harus dipahami sesuai dengan arahan yang termuat dalam surat edaran DPP Golkar.

pram/Sumber DeskJabar

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance