Kepastian Pelantikan Kepala Daerah 2025: Kemendagri Konsultasi dengan MK

portal kabar – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelantikan kepala daerah serentak yang dijadwalkan pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kepastian hukum mengenai waktu pelantikan, terutama di tengah sejumlah gugatan hasil pemilihan kepala daerah yang diajukan ke MK.

“Jadwal pelantikan masih dalam tahap pemastian dan akan dikonsultasikan lebih lanjut antara pimpinan, terutama dengan Bapak Presiden dan MK,” ujar Bima Arya di Komplek Istana Kepresidenan pada Senin (30/12/2024).

Bima menjelaskan bahwa konsultasi ini penting karena dalam amar putusan MK sebelumnya, telah ada perintah untuk melantik kepala daerah secara serentak. Namun, di sisi lain, pemerintah juga ingin menghormati hak konstitusi para calon kepala daerah yang berhak mengajukan gugatan atas hasil pilkada.

Portal Kabar  Demo #BenahiBekasi Warnai Era Plt Bupati, Pengamat: Fenomena Politik di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

“Kami ingin menekankan prinsip keserentakan, tetapi kami juga harus menghormati tahapan gugatan yang sedang berlangsung di MK. Ini adalah hal yang perlu kami sesuaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat banyak daerah yang hasil pilkadanya tidak digugat ke MK, namun Kemendagri belum mempertimbangkan untuk mendahulukan proses pelantikan di daerah-daerah tersebut. Bima menegaskan kembali pentingnya menghormati hak konstitusi untuk menggugat hasil pilkada.

Meskipun demikian, pada tahun 2025, Kemendagri berkomitmen untuk menetapkan jadwal pasti terkait pengangkatan kepala daerah, meskipun proses sengketa di MK tetap berjalan. “Kami akan fokus pada pembahasan jadwal yang pasti di awal tahun. Saat ini, kami masih dalam tahap konsultasi,” ungkapnya.

Portal Kabar  KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Selain berkoordinasi dengan Presiden dan MK, Kemendagri juga akan meminta arahan dari mitra kerja legislatif di Komisi II DPR RI mengenai jadwal pelantikan kepala daerah. “Kami akan berdiskusi dengan Komisi II, MK, KPU, dan tentu saja meminta arahan dari Bapak Presiden,” tutup Bima.

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance