Pengadaan Iklan Bank BJB: KPK Selidiki Dugaan Dana Yang Tak Teranggarkan

portal kabar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki dugaan penggunaan dana yang tidak teranggarkan dari pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), untuk kepentingan Pilkada Jakarta 2024.

Asep Guntur Rahayu, pejabat KPK, mengatakan bahwa mereka sedang mendalami hal ini. Menurutnya, Ridwan Kamil disebut-sebut menerima dana dari dugaan korupsi pengadaan iklan di BJB antara tahun 2021-2023. Ia juga diduga mengalirkan dana tersebut kepada beberapa pihak dan menggunakannya untuk membeli berbagai aset.

KPK telah memanggil beberapa saksi untuk menyelidiki aliran dana yang diduga mengalir ke RK. Di antara saksi yang dipanggil adalah Selebgram Lisa Mariana dan Ilham Akbar Habibie, anak Presiden ke-3, BJ Habibie.

Portal Kabar  Bekasi Pasti Kerja Expo: Apa Kata Mantan PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan

Asep menambahkan bahwa mereka juga sedang menyelidiki ke mana lagi dana tersebut digunakan, apakah untuk kepentingan politik atau tujuan lainnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menggeledah rumah RK dan menyita satu motor serta satu mobil. KPK menduga bahwa kedua kendaraan tersebut dibeli oleh RK dengan uang dari dugaan korupsi yang terkait dengan pengadaan iklan di BJB.

Kasus ini bermula ketika BJB mengeluarkan Rp409 miliar untuk biaya iklan di TV, media cetak, dan online melalui kerja sama dengan enam agensi. Namun, terdapat selisih sebesar Rp222 miliar antara uang yang diterima agensi dan yang dibayarkan ke media, yang diduga merupakan kerugian bagi negara.

Portal Kabar  Pemeriksaan Rini Soemarno oleh KPK: Menelusuri Jejak Korupsi PGN

KPK juga telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi, dan beberapa orang dari pihak swasta yang memiliki agensi iklan.

pram

Berita Lainnya

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

portal kabar –…

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

Rebutan Kursi Ketua Golkar Bekasi: Antara Ambisi, Loyalitas, dan Kalkulasi Politik

Rebutan Kursi Ketua Golkar Bekasi: Antara Ambisi, Loyalitas, dan Kalkulasi Politik

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu dan 15 Orang Lainnya Diamankan

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu dan 15 Orang Lainnya Diamankan

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono