Garuda Indonesia Rugi Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025, Targetkan Turnaround di 2026

portal kabar – PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun sepanjang tahun buku 2025. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut kerugian dipicu oleh peningkatan biaya tetap (fixed cost) akibat program pemulihan armada serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Pendapatan usaha konsolidasi Garuda tercatat USD 3,22 miliar, turun 5,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penumpang pun terkoreksi 10,5 persen menjadi 21,2 juta penumpang, imbas terbatasnya kapasitas produksi pada semester I 2025 akibat banyaknya pesawat yang menunggu jadwal perawatan.

Hingga akhir 2025, Garuda berhasil meningkatkan armada serviceable menjadi 99 pesawat dari sebelumnya 84 unit per Juni 2025, meski masih menyisakan 43 pesawat dalam tahap penyelesaian perawatan.

Portal Kabar  Janggal, Momen Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nama Ade Kuswara Kunang Menghilang

Glenny optimistis 2026 menjadi fase turnaround, didukung suntikan modal dari Danantara dan penyelesaian lebih dari 100 event maintenance di semester II 2025. Garuda menargetkan minimal 68 pesawat serviceable di akhir 2026, sementara Citilink menargetkan 50 pesawat.


pram

Berita Lainnya

Polemik Tirta Bhagasasi Makin Melebar: Plt. Bupati Bekasi Siapkan Evaluasi Menyeluruh, Dualisme Dewan Pengawas Jadi Sorotan

portal kabar –…

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

portal kabar –…