portal kabar – Ketua DPD Jawa Barat LSM Penjara Indonesia, JM Hendro, menegaskan bahwa konsolidasi untuk menjaga stabilitas di Kabupaten Bekasi merupakan harga mati yang harus dilakukan seluruh elemen masyarakat sipil. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan konsolidasi ormas dan LSM yang digelar di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kamis (24/9/2026).
Menurut Hendro, konsolidasi bersama LSM dan jaringan ormas di Bekasi merupakan representasi dari keinginan masyarakat agar roda pemerintahan Kabupaten Bekasi dapat kembali berjalan normal.
Pernyataan tegas Hendro ini muncul di tengah suasana yang cukup tendensius, seiring maraknya pemanggilan sejumlah pejabat daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus hukum yang tengah menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi.
Bagi Hendro, kondisi tersebut menjadi alasan mendesak bagi seluruh elemen masyarakat sipil untuk merapatkan barisan demi menjaga kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Pernyataan Hendro ini senada dengan seruan yang sebelumnya disampaikan Ketua Aliansi Ormas Bekasi (AOB) H. Zaenal Abidin, yang mengajak seluruh tokoh ormas dan LSM untuk mendukung pemerintahan dr. Asep Surya Atmaja sebagai penerus kepemimpinan kepala daerah.
H. Zaenal menekankan pentingnya dukungan tersebut agar kebijakan pemerintahan dapat berjalan sesuai amanah undang-undang dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Langkah konsolidasi yang digagas bersama oleh AOB dan LSM Penjara Indonesia ini merefleksikan upaya membangun sinergi antara elemen masyarakat sipil dengan pemerintah daerah, di tengah dinamika politik lokal yang tengah berlangsung di Kabupaten Bekasi.
Pernyataan Hendro sekaligus menjadi penegasan bahwa jaringan ormas dan LSM di Jawa Barat turut memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas pemerintahan, agar proses hukum yang tengah berjalan tidak mengganggu keberlangsungan program pembangunan daerah.
bram ananthaku






