KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Bekasi, Tanya soal Uang dan Proyek Bupati

portal kabar – KPK memanggil dan memeriksa Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha, terkait kasus korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang ditangkap bulan lalu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik menanyai Aria tentang apa yang dia ketahui soal proyek-proyek di Bekasi dan aliran uang yang terkait dengan proyek tersebut.

“Penyidik mendalami terkait pengetahuan saksi ADN terkait proyek-proyek pengadaan di Bekasi, termasuk soal aliran-aliran uang yang berkaitan dengan proyek-proyek tersebut,” kata Budi, Kamis (8/1/2026).

Setelah diperiksa, Aria tidak banyak bicara kepada wartawan. Dia bilang hubungannya dengan Bupati Ade hanya urusan pengawasan anggaran daerah (APBD) saja.

“Ya, seputar APBD itu,” kata Aria singkat.

Portal Kabar  Urgensi Musda DPD Golkar Jawa Barat: Mosi Tidak Percaya

Selain Aria, KPK juga memanggil anggota DPRD Bekasi lainnya bernama Nyumarno dari Fraksi PDIP. Tapi Nyumarno tidak datang memenuhi panggilan.

“Sampai dengan saat ini yang bersangkutan tidak hadir,” ujar Budi.

KPK meminta Nyumarno untuk datang pada panggilan berikutnya.

Budi bilang penyidik juga sedang menyelidiki apakah ada uang lain yang diterima oleh HM Kunang, ayah Bupati Ade yang juga ditangkap KPK.

“Kita akan dalami juga apakah ada penerimaan-penerimaan lainnya,” kata Budi.

KPK masih akan memanggil saksi-saksi lain untuk melengkapi informasi dalam kasus ini.

Untuk diketahui, KPK menangkap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang yang juga Kepala Desa Sukadami, dan pengusaha bernama Sarjan pada 20 Desember 2025 lalu.

Portal Kabar  Penunjukan Ketua Penyelengara Musda: Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar Merasa Heran

Mereka ditangkap karena melakukan praktik “ijon” minta uang duluan untuk proyek yang bahkan belum ada.

Setelah dilantik jadi bupati tahun 2024, Ade langsung “kerja sama” dengan pengusaha Sarjan. Ade minta uang untuk proyek-proyek yang katanya baru akan dilaksanakan tahun-tahun mendatang. Uang yang dikumpulkan Ade dan ayahnya dari Sarjan totalnya Rp 9,5 miliar. Uang ini diserahkan dalam empat kali melalui beberapa orang perantara.

KPK kini terus menggali siapa lagi yang tahu atau terlibat dalam praktik korupsi ini? Makanya anggota DPRD seperti Aria dipanggil untuk dimintai keterangan.


pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance