Mundur dari Hanura Setelah 18 Tahun, Agus Nur Hermawan: “Saya Mundur dari Partai, Tapi Tidak Berhenti dari Politik”

Mundur dari Hanura Setelah 18 Tahun, Agus Nur Hermawan: “Saya Mundur dari Partai, Tapi Tidak Berhenti dari Politik”

portal kabar – Agus Nur Hermawan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi pada 15 Oktober 2026. Ia sekaligus meninggalkan partai yang selama 18 tahun menjadi rumah politiknya dan membesarkan namanya.

Alasan utamanya adalah kejenuhan. Setelah hampir dua dekade berkiprah, Agus mengaku ingin beristirahat dari hiruk-pikuk organisasi partai dan memusatkan perhatian pada usaha serta karier profesionalnya.

Kebutuhan operasional tinggi, waktu terbagi

Kepada portal kabar, Agus menyebut alasan lain yang tak kalah penting, yakni tingginya kebutuhan operasional partai. Menurutnya, tuntutan itu kerap berbenturan dengan kegiatan usahanya, sehingga ia sering bingung membagi waktu.

Keluhan ini lazim di tingkat cabang. Ketua DPC dituntut hadir dalam konsolidasi, kegiatan kader, dan agenda kepartaian lain, sementara dukungan pendanaan bagi pengurus daerah sering terbatas.

Portal Kabar  Pengamat Kebijakan Publik: Normalisasi Air Harus Tumbuh dari Kesadaran Desa, Bukan Cuma Tunggu Pemerintah

Di sisi lain, DPP Hanura sedang mendorong konsolidasi lebih awal menjelang pemilu. Ketua tim task force DPP memimpin konsolidasi dengan pengurus DPD, DPC, serta jajaran partai di tingkat kabupaten dan kota, dan dua ketua DPC di Banten disebut telah diberhentikan karena dinilai berjalan lambat.

Agus tidak mengaitkan keputusannya dengan dinamika ini, tetapi tuntutan kerja partai memang kian padat.

“Mundur dari partai, bukan dari politik”

Meski meninggalkan Hanura, Agus menegaskan tidak sepenuhnya pamit dari dunia politik. “Saya mundur dari partai, tapi tidak berhenti dari politik,” ujarnya berseloroh.

Saat ditanya apakah ada peluang bergabung dengan partai lain, ia menjawab belum. Ketika disinggung kemungkinan berlabuh ke Partai Golkar atau PDI Perjuangan, ia tidak menutup pintu.

Portal Kabar  Transfer ke Daerah Bekasi Anjlok 21 Persen di 2026, Realisasi Capai 82 Persen

“Kemungkinan-kemungkinan itu pasti ada, kita lihat saja ke depan seperti apa. Yang pasti hari ini saya ingin fokus pada usaha dulu,” katanya.

Membaca langkah Agus

Jawaban Agus bisa dibaca dua cara. Pertama, sebagai keputusan pribadi yang tulus, kelelahan dan tarik-menarik antara dua kesibukan. Kedua, sebagai sikap menjaga opsi.

Dengan tidak menyebut tujuan baru dan tidak menolak Golkar maupun PDI Perjuangan, ia memberi ruang bagi segala kemungkinan menjelang kontestasi berikutnya.

Dalam politik elektoral, pindah partai bukan hal baru. Nama kader senior kerap dilirik partai lain karena jaringan dan basis dukungan yang sudah terbentuk. Pengalaman 18 tahun di Hanura tentu menjadi modal bagi Agus, dan modal itulah yang membuat masa depan politiknya ditunggu.

Portal Kabar  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dinilai Tidak Efektif dalam Menangani Pencemaran Sungai
Tantangan bagi Hanura Kabupaten Bekasi

Bagi Hanura Kabupaten Bekasi, kepergian figur yang lama memimpin berarti pekerjaan rumah baru, mulai dari menunjuk pelaksana tugas atau ketua definitif hingga menjaga soliditas kader.

Untuk saat ini, Agus memilih rehat. Apakah jeda itu menjadi akhir atau sekadar awal babak baru, publik baru bisa menilainya ke depan.


bram ananthaku