Penyebab PSU: Apakah KPU Berpura-pura Tidak Tahu?

portal kabar – Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan bahwa pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pilkada 2024 di 24 daerah sangat mengejutkan. Dia menduga bahwa KPU daerah mungkin berpura-pura tidak tahu tentang pelanggaran yang terjadi atau mungkin saja mereka ditipu oleh peserta pilkada.

Doli menjelaskan usai diskusi di Sekretariat Politics and Colleagues Breakfast (PCB), Jakarta, Jumat (28/2), bahwa KPU bisa saja tidak mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh kepala daerah, tapi Mahkamah Konstitusi (MK) bisa membuktikannya. Atau, bisa jadi penyelenggara pemilu terlibat dalam pelanggaran dengan berpura-pura tidak tahu. Doli merasa ini mungkin terkait dengan komitmen atau transaksi yang tidak kita ketahui.

Portal Kabar  KPK Panggil Kadisdik dan Kadis Cipta Karya Bekasi dalam Kasus Suap Bupati

Dia juga menyebut PSU di Pilkada 2024 adalah yang terbanyak dalam sejarah. Menurutnya, keputusan MK ini dapat menyebabkan ketidakpastian dalam sistem politik Indonesia, terutama bagi penyelenggara pemilu.

Doli merasa kaget karena ini adalah pemilu yang paling banyak diulang dalam sejarah Indonesia, dengan total 15 pemilu yang diulang, ditambah 10 yang diulang sebagian. Dengan adanya PSU, banyak daerah yang saat ini tidak memiliki kepala daerah yang tetap, dan rakyat akan merasakan dampaknya.

Selain itu, Doli mengungkapkan bahwa dana yang harus dikeluarkan untuk PSU Pilkada 2024 bisa mencapai Rp1 triliun. Dia menekankan bahwa banyak konsekuensi yang harus ditanggung rakyat, dan ini perlu dievaluasi dalam sistem politik kita.

Portal Kabar  Komisi II DPR RI: Pentingnya Tindakan Bawaslu dalam Menjaga Integritas Pemilu

Dia juga terkejut dengan keputusan MK yang menetapkan PSU untuk Pilkada 2024. Menurut Doli, MK seharusnya hanya mengadili Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Namun, karena banyak peserta pilkada yang mengajukan permohonan, termasuk diskualifikasi, hal ini mendorong keputusan untuk melakukan PSU.

Doli mengatakan bahwa situasi ini perlu dievaluasi secara menyeluruh mengenai penyelenggaraan pemilu. Hal ini akan terus dibahas dalam diskusi di Politics and Colleagues Breakfast (PCB), agar bisa mengevaluasi sistem politik Indonesia dengan lebih baik.

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance