H. Akhmad Marjuki: Dari Puluhan Ekor Ayam ke Gedung Sate, Berkarya dengan Cara yang Berbeda
Banyak orang membangun nama lewat sorotan. H Akhmad Marjuki memilih jalan lain: berpikir positif, bekerja tanpa banyak bicara, dan membiarkan hasilnya yang bersuara.
portal kabar – Kisah H. Akhmad Marjuki tidak dimulai dari modal besar. Usahanya berawal dari pemotongan ayam skala kecil, hanya puluhan ekor. Dari situ ia belajar bahwa usaha tumbuh dari kedisiplinan, kejujuran menjaga kepercayaan, dan keberanian mengambil langkah satu tingkat lebih jauh dari yang dianggap wajar.
Langkah itu terbayar. Puluhan ekor menjadi ratusan, lalu ribuan. Ia tidak berhenti sebagai pemotong ayam. Ia membangun peternakan ayam skala besar, lalu melebarkan sayap ke peternakan sapi.
Publik lebih mengenalnya sebagai pengusaha limbah. Label itu hanya sebagian dari cerita. Tidak banyak yang tahu bahwa di balik nama itu ada usaha peternakan besar yang terus bertumbuh.
Kini ia masuk ke pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif dari sampah yang dapat menggantikan batu bara di industri seperti semen. Langkah ini menunjukkan cara pandangnya: sampah yang oleh banyak orang dianggap masalah, ia lihat sebagai peluang. Dari sini lahir nilai ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.
Dan ukuran keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya pada besarnya penghasilan, tetapi juga pada berapa banyak orang yang ikut hidup dari usahanya. Di titik inilah H. Marjuki membuktikan diri. Bisnisnya menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga keberhasilannya dirasakan keluarga-keluarga di sekitarnya.
Dari Dunia Usaha ke Pengabdian Publik
Dunia usaha tidak menjadi satu-satunya medan baginya. Di panggung politik, ia memimpin Partai Golkar Kabupaten Bekasi sebagai Ketua DPD selama dua periode.
Kepercayaan itu berlanjut ke pemerintahan. DPRD Kabupaten Bekasi memilihnya sebagai wakil bupati untuk sisa masa jabatan 2017–2022, dengan 40 suara dari 50 anggota dewan. Perolehan itu menunjukkan dukungan yang luas di lembaga legislatif. Pada 27 Oktober 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantiknya sebagai wakil bupati sekaligus pelaksana tugas bupati Bekasi di Gedung Sate, Bandung. Ia memegang tampuk kepemimpinan daerah itu hingga Dani Ramdan menggantikannya sebagai penjabat bupati pada 23 Mei 2022.
Kini ia melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Wilayah kerjanya bergeser dari satu kabupaten ke tingkat provinsi, dengan tanggung jawab yang lebih luas.
Pelajaran dari Seorang Petarung
Perjalanan H. Akhmad Marjuki memberi beberapa pelajaran:
- Mulai dari yang ada. Puluhan ekor ayam sudah cukup untuk memulai, asal dijalani dengan sungguh-sungguh.
- Lihat peluang di tempat yang dihindari orang. Limbah dan sampah ia ubah menjadi usaha dan energi alternatif.
- Sukses adalah soal manfaat. Ukurannya bukan hanya laba, tetapi juga lapangan kerja yang tercipta.
- Pengabdian punya banyak jalan. Ada yang lewat suara, ada yang lewat karya nyata. H. Marjuki menempuh keduanya.
Berpikir positif, fokus berkarya, dan mengabdi dengan cara yang berbeda. Itulah yang membuat namanya layak diperhitungkan, baik di dunia usaha maupun di kancah politik.
H. Akmad Marjuki
-Politisi Partai Golkar
-Pelaksana Tugas Bupati Bekasi 2021–2022
-Ketua DPD Partai Golkar Bekasi 2021–2025
-Ketua DPD Partai Golkar Bekasi 2025-2030
-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024-2029



