Nepotisme dan Usia: Mengapa Pimpinan Sementara DPR RI Ini Menjadi Sorotan Publik?

portal kabar – Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 yang paling muda dan paling tua terpaksa harus menjadi pimpinan sementara Sidang Paripurna Pengucapan Sumpah Jabatan di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/10/2024).

Guntur Sasono, sebagai anggota DPR tertua, jelas menunjukkan betapa rendahnya regenerasi dalam politik kita. Di usia 78 tahun, Guntur yang merupakan kader Partai Demokrat ini dari Dapil Jawa Timur VIII, seharusnya sudah pensiun dan memberikan kesempatan kepada generasi muda. Di sisi lain, Annisa Desmond Mahesa, yang baru berusia 23 tahun dan terpilih dari Dapil Banten II, masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab sebesar ini.

Portal Kabar  Vonis Lima Tahun untuk Ronald Tannur: Kejaksaan Tindak Lanjuti Kasasi MA

Kehadiran Guntur dan Annisa di meja pimpinan untuk memandu sidang Paripurna DPR RI ke-I masa persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 terasa sangat memprihatinkan.

“Perkenankan kami selaku pimpinan sementara DPR RI membuka rapat paripurna DPR RI yang ke-1 masa persidangan 1 Tahun Sidang 2024-2025 hari ini, Selasa (1/10/2024),” ucap Guntur, meskipun kami tahu ini bukanlah cara ideal untuk memulai sebuah sidang penting.

Guntur menyatakan bahwa sidang paripurna perdana ini terbuka untuk umum, namun rasanya tidak ada yang benar-benar antusias untuk menyaksikannya. “Kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” tambah Guntur sembari mengetok palu, seolah ingin menutupi kekurangan dalam kepemimpinan saat ini.

Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, menjelaskan penunjukkan pimpinan sementara ini karena belum ada Ketua DPR RI yang terpilih. Hal ini menunjukkan betapa lambatnya proses politik kita. “Jadi, dikonsensi dari dulu sudah dilakukan. Akhirnya, diputuskan cari yang paling tua dan muda dari zaman dulu,” kata Indra, yang semakin menegaskan masalah dalam sistem yang ada.

Portal Kabar  MKD DPR: Memanggil Anggota yang Terlibat Skandal dan Kontroversi

Sebagai catatan, Annisa adalah anggota DPR terpilih dengan suara terbanyak di Dapil Banten II, namun ini bukanlah suatu pencapaian yang patut dibanggakan jika melihat konteks yang lebih besar. Dia meraih 122.469 suara, tetapi dibalik itu, dia adalah anak sulung dari almarhum politikus Partai Gerindra, Desmond J. Mahesa, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Jelas bahwa nepotisme masih menjadi masalah dalam politik kita.

Guntur, di sisi lain, hanya meraih 53.730 suara di Dapil Jawa Timur VIII dan pada usia yang sudah sangat senja ini, seharusnya dia sudah berpikir untuk memberikan jalan bagi generasi yang lebih baru. Dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni, dia seharusnya bisa memberikan contoh yang lebih baik, bukan malah mempertahankan posisi di tengah masalah yang ada.

Portal Kabar  Puan Maharani Tegaskan Kebijakan Tunjangan Rumah Dinas Anggota DPR

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance