portal kabar – Krisis investasi di Jawa Barat kini telah menjadi isu yang mendesak, dan perhatian utama Gubernur Dedi Mulyadi tertuju pada tindakan organisasi masyarakat (ormas) yang berpotensi merusak iklim bisnis. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, dirinya menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap ormas yang terlibat dalam intimidasi, pengumpulan uang secara ilegal, serta menciptakan ketegangan di kawasan industri.
โSituasi ini tidak hanya mempengaruhi aspek keamanan, tetapi juga mencerminkan keterkaitan rumit antara faktor ekonomi, sosial, dan politik di Jawa Barat,โ ujar Gubernur Dedi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Dedi Mulyadi menyadari bahwa ormas memiliki potensi untuk berkontribusi positif dalam masyarakat, seperti dalam mengadvokasi hak buruh. Namun, keberadaan ormas yang merugikan melalui praktik ilegal sangat perlu dipertanyakan. Ia mengungkapkan, “Kami melihat banyak ormas yang menghalangi investasi, sering kali menimbulkan konflik.” Dengan proyeksi investasi mencapai Rp251,1 triliun pada tahun 2024, data dari Kementerian Investasi menunjukkan betapa pentingnya Jawa Barat sebagai pusat investasi di Indonesia. Namun, kehadiran ormas yang mengganggu bisa berpotensi merusak iklim investasi yang sehat.










