Golkar Dukung Parliamentary Threshold untuk Wujudkan Multipartai Sederhana

portal kabar – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menegaskan bahwa parliamentary threshold atau ambang batas parlemen masih diperlukan sebagai instrumen untuk mewujudkan sistem multipartai sederhana di Indonesia.

Sarmuji menilai sistem multipartai sederhana paling kompatibel dengan sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia.

“Ya itu instrumen untuk kita menuju sistem multipartai sederhana. Sistem multipartai sederhana itu yang paling kompatibel dengan sistem pemerintahan presidensial,” kata Sarmuji di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, sistem pemerintahan presidensial merupakan amanat UUD, sehingga partainya akan mendukung instrumen yang dapat memperkuat sistem tersebut.

“Jadi apa saja instrumen yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana, Golkar pasti akan setuju,” tegasnya.

Portal Kabar  Rombakan Pengurus Golkar: Tanda Ketakutan atau Usaha Menutupi Masalah

Meski mendukung ambang batas, Sarmuji mengakui pihaknya belum menentukan angka ideal. Dia menyatakan angka tersebut akan didiskusikan bersama berbagai pihak.

“Ya angka nanti bisa dibicarakan ya, angkanya bisa dibicarakan berapa yang bisa disepakati bersama,” ujarnya.

“Tetapi yang paling penting kita harus menyadari bahwa parliamentary threshold itu merupakan salah satu instrumen untuk menuju sistem multipartai sederhana,” imbuhnya.

Sikap Golkar berbeda dengan usulan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno yang mengusulkan penghapusan ambang batas. PAN menilai ketentuan ini menyebabkan jutaan suara pemilih tidak terwakili di DPR.

“Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif,” kata Eddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Portal Kabar  Cak Lontong dan Sutiyoso: Wajah Baru di Dewan Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol

“Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” sambungnya.


pram

Berita Lainnya

Kabais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

portal kabar – Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Kepala Pusat…

Musda Golkar Jabar Diharapkan Lahirkan Pemimpin Matang dan Berkesinambungan

portal kabar – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat dinilai sebagai momentum krusial untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang beringin di Tanah Pasundan. Ketua Satkar Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat,…

Kabarkan Peristiwa

AOB Tegak Lurus Dukung Pemkab Bekasi, Ketua Umum Tolak Narasi Desak Bupati Non-Aktif Mundur

AOB Tegak Lurus Dukung Pemkab Bekasi, Ketua Umum Tolak Narasi Desak Bupati Non-Aktif Mundur

Kabais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kabais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kapolres Metro Bekasi Hentikan Patroli, Langsung Evakuasi Korban Kecelakaan ke RSUD

Kapolres Metro Bekasi Hentikan Patroli, Langsung Evakuasi Korban Kecelakaan ke RSUD

Musda Golkar Jabar Diharapkan Lahirkan Pemimpin Matang dan Berkesinambungan

Musda Golkar Jabar Diharapkan Lahirkan Pemimpin Matang dan Berkesinambungan

Status Tahanan Yaqut Bolak-Balik, KPK Sebut Faktor Kesehatan dan Strategi Perkara

Status Tahanan Yaqut Bolak-Balik, KPK Sebut Faktor Kesehatan dan Strategi Perkara

Garuda Indonesia Rugi Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025, Targetkan Turnaround di 2026

Garuda Indonesia Rugi Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025, Targetkan Turnaround di 2026