portal kabar – Di balik agenda pelatihan yang tampak rutin, Perumda Tirta Bhagasasi kembali terseret polemik. Kali ini soal penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi yang digelar di kantor perusahaan tersebut. Bukan hanya soal anggaran yang dipertanyakan, proses penunjukan peserta hingga mekanisme pencairan dana pun menuai tanda tanya.
Kepala Bagian SDM Perumda Tirta Bhagasasi, Sugimo, membenarkan bahwa pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang telah dianggarkan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
“Pelatihan ini merupakan agenda rutin dan sudah dianggarkan melalui RKAP dengan nilai sebesar Rp10.500.000 per peserta sebagai bentuk investasi pelatihan dan kompetensi,” ujar Sugimo saat dikonfirmasi oleh portal kabar, Kamis (16/04/2026) melalui nomor +57 (Negara Kolombia) miliknya.
Ia menambahkan bahwa seluruh biaya ditanggung oleh perusahaan dan kegiatan diselenggarakan di kantor Perumda Tirta Bhagasasi. Mengenai dugaan polemik lainnya, Sugimo mengaku tidak mengetahui lebih jauh.
“Bila ada desas-desus lainnya, saya gak tahu. Cuma itu yang saya tahu,” katanya.
Sesuai informasi dari sumber internal perusahaan, biaya pelatihan itu hanya untuk 30 peserta.
Yang lebih mengusik, narasumber menyebut pelatihan ini diduga hanya dikendalikan oleh satu direktur tanpa melibatkan direktur lainnya. Pemilihan peserta pun dinilai tidak transparan dan terkesan pilih kasih.
“Rata-rata pesertanya adalah orang-orang tertentu yang dekat dengan kekuasaan salah satu direkturnya,” ujar narasumber yang enggan disebutkan identitasnya.
Polemik ini muncul di tengah rentetan persoalan yang memang sedang membayangi Perumda Tirta Bhagasasi, mulai dari laporan keuangan yang merugi, penyertaan modal Rp72 miliar yang diduga mengendap, hingga deretan proyek yang belum terealisasi. Kini, pelatihan yang seharusnya menjadi investasi kompetensi pegawai justru menambah panjang daftar pertanyaan publik terhadap tata kelola perusahaan air daerah tersebut.
Catatan: Berita ini telah memuat keterangan dari pihak resmi perusahaan. Konfirmasi lebih lanjut dari jajaran direksi terkait masih diupayakan.
bram ananthaku









