H. Marjuki Rombak Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi: Wajah Baru Bergabung, Ahmad bin Olim Pegang Kendali Keuangan Partai
portal kabar – Usai ditetapkan kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi hasil Musda, H. Marjuki tak membuang waktu. Ia langsung menata ulang susunan kepengurusan periode 2025-2030 dengan menghadirkan wajah-wajah baru dan merangkul sejumlah tokoh untuk masuk ke dalam barisan pengurus.
Penetapan susunan kepengurusan itu berlangsung di Gedung Golkar Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026). Novy Yasin kembali dipercaya menjabat Sekretaris DPD. Posisi Bendahara kini dipegang Ahmad bin Olim, menggantikan Sunandar yang naik menjadi Wakil Ketua Koordinator Bidang Infrastruktur, Perindustrian, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan.
Perombakan ini menunjukkan upaya H. Marjuki memadukan pengalaman dengan energi baru. Figur lama tetap dipertahankan di posisi strategis, sementara kader dan tokoh baru diberi ruang mengisi pos-pos penting organisasi. Pergeseran Sunandar ke bidang yang berkaitan langsung dengan infrastruktur, industri, perdagangan, dan ketahanan pangan juga dinilai sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri dan penyangga ekonomi.
Novy Yasin juga menegaskan bahwa amanah yang kembali diberikan kepadanya bukan soal jabatan semata. “Ini bukan tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab agar Partai Golkar Kabupaten Bekasi semakin solid, semakin dekat dengan rakyat,” katanya.
Ia memaparkan empat fokus kerja partai ke depan. Pertama, konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput, yakni tingkat Pimpinan Kecamatan (PK) dan Pimpinan Desa (PD). Kedua, menghadirkan karya nyata bagi masyarakat. Ketiga, mengawal pembangunan Kabupaten Bekasi. Keempat, bergerak menuju kemenangan Pemilu 2029.
Sementara itu, Ahmad bin Olim yang baru mengemban jabatan Bendahara mengaku masih harus banyak belajar. Sikap rendah hati ini ia tunjukkan sebagai bentuk kesadaran bahwa amanah yang dipikulnya tidak ringan, apalagi di tengah kepengurusan yang diisi perpaduan kader lama dan wajah baru.
Dalam pandangannya, Golkar tidak bisa dipahami sekadar sebagai kendaraan politik. “Golkar bukan sekadar partai, Golkar adalah misi, misi untuk membawa masyarakat kepada kemakmuran,” ujarnya. Bagi Ahmad, kemakmuran rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan partai, bukan semata perolehan kursi atau kekuasaan.
Ia menekankan bahwa misi tersebut bukan beban satu atau dua orang saja. “Ini tugas kita semua, karena suara rakyat adalah suara Golkar, kemenangan Golkar adalah kemenangan rakyat,” tuturnya. Pernyataan itu menegaskan keyakinannya bahwa Golkar hanya akan kuat jika mendengar dan berpihak pada aspirasi masyarakat, dan bahwa seluruh pengurus dari tingkat kabupaten hingga desa harus bergerak dengan semangat yang sama.
Menurut Ahmad, jabatan bendahara pun bukan sekadar urusan administrasi keuangan. Posisi itu merupakan bagian dari kerja bersama untuk memastikan mesin partai berjalan dan program-program yang menyentuh masyarakat dapat terlaksana. Karena itu, ia menyatakan siap belajar, bekerja sama, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Ke depan, Ahmad memandang Pemilu 2029 sebagai ajang pembuktian bahwa Golkar tetap konsisten menjaga tradisi kemenangan, baik di Kabupaten Bekasi maupun di Jawa Barat. Kemenangan itu, katanya, harus dibangun lewat kerja nyata dan kedekatan dengan rakyat, bukan hanya menjelang pesta demokrasi.
Dengan susunan pengurus yang baru, DPD Golkar Kabupaten Bekasi di bawah komando H. Marjuki diharapkan mampu memperkuat soliditas internal sekaligus bergerak cepat menghadapi kontestasi politik mendatang. Konsolidasi hingga tingkat PK dan PD, kerja nyata untuk masyarakat, serta semangat misi kemakmuran yang digaungkan para pengurus menjadi modal awal Golkar menjaga posisinya sebagai kekuatan politik utama di Kabupaten Bekasi.
bram ananthaku



