PDIP vs Golkar Soal Pilkada: Langsung atau Lewat DPRD?

portal kabar – Polemik sistem pilkada memanas setelah Partai Golkar mengusulkan pilkada lewat DPRD. PDIP menolak keras dan menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi.

“Pemilihan langsung adalah manifestasi hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya. Jika dikembalikan ke DPRD, itu berisiko membengkokkan aspirasi rakyat dan menjadi kemunduran demokrasi,” tegas Juru Bicara PDIP Chico Hakim, Kamis (25/12/2025).

Chico menilai pilkada langsung adalah amanat Reformasi 1998 dan perwujudan kedaulatan rakyat. Ia menepis anggapan bahwa pilkada langsung penyebab mahalnya biaya politik.

“Masalah biaya politik tinggi atau politik uang bukan disebabkan sistem pemilihan langsung, melainkan lemahnya penegakan hukum, praktik mahar politik, dan kurangnya pengawasan,” jelasnya.

PDIP mengaku mengatasi masalah itu dengan kaderisasi tanpa mahar politik dan mendorong penguatan regulasi serta netralitas aparat penegak hukum.

Portal Kabar  Wacana Musda Golkar Jabar Meredup, Kader Pertanyakan Kepastian Jadwal

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan pilkada lewat DPRD dalam Rapimnas I Partai Golkar 2025 pada Minggu (21/12/2025).

“Partai Golkar mengusulkan Pilkada melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi publik,” kata Bahlil.

Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyebut usulan ini berasal dari aspirasi hampir seluruh DPD Golkar di tingkat provinsi. DPP Golkar telah membentuk Tim Kajian Politik yang bekerja selama satu setengah tahun terakhir.

“Pertimbangan utama adalah tingginya biaya politik dalam pilkada langsung. Bukan hanya biaya penyelenggaraan, namun juga biaya politik ‘lainnya’ yang jauh lebih tinggi,” ujar Doli.

Tim Kajian merumuskan tiga opsi: sistem langsung untuk seluruh daerah, pilkada oleh DPRD untuk seluruh daerah, atau opsi asimetris/hibrid.

Portal Kabar  Budiarta Ungkap Nama-Nama Kuat untuk Memimpin Partai Golkar Jelang Musda

Usulan Lain Golkar

Selain pilkada lewat DPRD, Golkar juga mengusulkan:

  • Perbaikan sistem proporsional terbuka dalam pemilu
  • Pembentukan koalisi partai politik permanen berdasarkan kepentingan ideologis dan strategis, bukan sekadar untuk memenangkan pilpres

Meski menolak, PDIP menyatakan tetap menghormati pandangan partai lain. “Jika wacana ini dilanjutkan, perlu kajian mendalam dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat sipil,” kata Chico.


pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance