Menegur Parkir, Seorang Satpam Rumah Sakit Jadi Korban Penganiayaan

portal kabar – Seorang satpam di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, yang bernama S (39), harus dirawat di rumah sakit setelah dianiaya oleh keluarga pasien. Kejadian ini terjadi karena S menegur mereka yang memarkir mobil di depan ruang gawat darurat (IGD).

Peristiwa itu berlangsung pada Sabtu malam, dan akibat penganiayaan tersebut, S mengalami kejang dan muntah darah. Pihak rumah sakit segera melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Berikut adalah ringkasan fakta-fakta terkait kejadian ini:

1. Bagaimana Penganiayaan Terjadi
Pelaku datang ke rumah sakit dan memarkir kendaraannya di depan IGD. Ketika S menegur pelaku untuk memindahkan mobilnya, pelaku malah marah dan memukul S hingga ia terjatuh dan pingsan. S mengalami luka di kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Portal Kabar  Pemerintah Bekasi Alokasikan Rp1,9 Miliar untuk Proyek Taman Median

2. Alasan Penganiayaan
Penganiayaan ini terjadi karena masalah parkir. S menegur keluarga pelaku untuk memindahkan mobil mereka agar tidak menghalangi jalan. Namun, pelaku tidak terima dan melakukan penganiayaan.

3. Kondisi Satpam Saat Ini
S masih dalam perawatan dan sudah mulai membaik. Polisi mengatakan bahwa kepala S terbentur saat dianiaya, yang mungkin menjadi penyebab ia kejang dan muntah darah. Polisi akan memeriksa S setelah kondisinya stabil.

4. Tanggapan Keluarga Korban
Istri S menjelaskan bahwa suaminya dianiaya saat berusaha memberikan informasi kepada keluarga pasien. Keluarga pasien marah dan melukai S. Saat ini, mereka berharap pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

5. Pencarian Pelaku
Polisi sedang mencari pelaku yang sudah diidentifikasi. Pelaku merupakan pria kelahiran tahun 2000 dan anggota keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit.

Portal Kabar  Dede Faturrohman: Pemimpin Visioner di SMK Bina Ilmu Mandiri

6. Pemeriksaan Pelaku
Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelaku yang saat ini berada di Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Senin mendatang.

7. Respons Rumah Sakit
Pihak manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga sangat mengecam tindakan kekerasan ini dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Mereka menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan di lingkungan rumah sakit.

Dengan demikian, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

MA

Berita Lainnya

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

portal kabar –…

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Pelatihan Manajemen Air Minum Tirta Bhagasasi Berbau Polemik: Biaya Janggal hingga Dugaan Intervensi Satu Direktur

Pelatihan Manajemen Air Minum Tirta Bhagasasi Berbau Polemik: Biaya Janggal hingga Dugaan Intervensi Satu Direktur

Rumahnya Digeledah KPK, Ono Surono Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana ke Dirinya maupun PDIP

Rumahnya Digeledah KPK, Ono Surono Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana ke Dirinya maupun PDIP

Bau Tak Sedap di Perumda Tirta Bhagasasi: Dana Rp72 Miliar Mengendap, Proyek Diduga Dijadikan Ijon

Bau Tak Sedap di Perumda Tirta Bhagasasi: Dana Rp72 Miliar Mengendap, Proyek Diduga Dijadikan Ijon

Lugas Muhtada Sobirin, Bicara Tentang Kandidat Terkuat Ketua Golkar Bekasi

Lugas Muhtada Sobirin, Bicara Tentang Kandidat Terkuat Ketua Golkar Bekasi

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Mantan Pejabat Bekasi, Kasus Suap Makin Melebar

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Mantan Pejabat Bekasi, Kasus Suap Makin Melebar

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut