Kritik P2G Terhadap Rencana Gubernur: Apakah Menampung 50 Siswa Adalah Solusi

portal kabar – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ingin menampung 50 siswa dalam satu kelas untuk mencegah anak putus sekolah. Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengatakan bahwa langkah ini bisa berdampak buruk bagi kualitas pendidikan.

Menurut Iman, kelas yang terlalu banyak siswa akan membuat suasana belajar tidak nyaman. Dia menjelaskan, “Ruang kelas yang seharusnya untuk 36 siswa bisa terasa sesak, seperti penjara.” Selain itu, rencana ini bertentangan dengan aturan yang ada dan tidak menyelesaikan masalah utama yang membuat anak putus sekolah.

Di Jawa Barat, lebih dari 658 ribu anak terpaksa putus sekolah. Iman menjelaskan bahwa penyebabnya beragam, seperti pernikahan dini, kemiskinan, dan masalah hukum. Ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan di daerah tersebut sangat kompleks dan tidak bisa hanya dengan menambah jumlah siswa di kelas.

Portal Kabar  Mathius Fakhiri: Gubernur Baru Papua untuk Periode 2025-2030

Iman mendorong pemerintah untuk mencari solusi yang lebih menyeluruh, seperti mendirikan sekolah madrasah, sekolah rakyat, atau jalur pendidikan nonformal yang tidak padat murid. Dengan cara ini, akses pendidikan bisa lebih merata tanpa mengorbankan kualitas.

Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, juga menyoroti bahwa kebijakan ini bisa merugikan siswa di sekolah negeri dan swasta. Dia khawatir, jika siswa tidak terdaftar, mereka bisa kehilangan hak atas ijazah.

Satriwan mengusulkan empat strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah putus sekolah tanpa menambah kepadatan kelas. Beberapa usulannya adalah membuka Unit Sekolah Baru dan menambah ruang kelas dengan kerja sama sekolah swasta. Dia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran negara agar pendidikan gratis dan berkualitas bisa dinikmati oleh semua orang.

Portal Kabar  Daniel Mutaqien Resmi Pimpin Golkar Jabar, Terpilih Aklamasi di Musda ke-11

“Jangan sampai kebijakan ini merugikan sekolah swasta yang selama ini berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa,” tegas Satriwan, berharap ada langkah positif untuk masa depan pendidikan yang lebih baik di Jawa Barat.

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance