portal kabar – Suhu politik internal Partai Golkar Kabupaten Bekasi mulai menghangat jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menentukan ketua DPD Tingkat II berikutnya. Isu munculnya faksi-faksi baru di tubuh partai pun mulai beredar dan menjadi bahan perbincangan. Namun tudingan itu langsung dibantah oleh salah satu pengurus partai.
Wakil Sekretaris Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Ormas DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Udi Kurnia, menegaskan bahwa isu faksi yang berkembang tidaklah benar. Ia meluruskan bahwa acara yang digelar di Jahudi Centre pada Sabtu (18/4/2026), semata-mata merupakan kegiatan silaturahmi biasa, bukan pertemuan yang memiliki tendensi politik mengarah pada kelompok tertentu.
“Itu silaturahmi biasa dan bukan sesuatu hal yang tendensius mengarah pada kelompok tertentu,” tegas Udi pada portal kabar, Minggu (20/04/2026).
Ketika disinggung soal adanya pertemuan lain yang diduga digelar oleh Ketua DPD aktif H. Akhmad Marjuki di Rumah Makan Alam Sari pada hari yang sama, Udi mengaku tidak mengetahui secara pasti hal tersebut. Namun ia menampik anggapan bahwa dua pertemuan itu saling berkaitan atau berlangsung bersamaan.
“Ketua DPD kan ada sosper di Serang Baru hingga siang hari. Adapun acara makan-makan di Alam Sari, itu merupakan hal yang biasa. Jangan dihubung-hubungkan,” ujarnya santai.
Soal peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Udi menjawab lugas. Menurutnya, seluruh kader memiliki peluang yang sama selama mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam aturan partai. Ia menyebut sejumlah nama yang berpotensi maju selain H Marjuki, di antaranya Ade Syukron, Muhtada Sobirin, Sunandar, dan H. Sarim.
“Semua kader punya peluang. Ade Syukron, Muhtada Sobirin, Sunandar, H. Sarim, dan siapapun punya peluang yang sama, selama mereka menggunakan cara yang sudah diatur dalam aturan partai,” tegasnya.
Adapun soal kemungkinan Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja untuk turut meramaikan bursa calon ketua, Udi merespons dengan santai.
“Selama yang bersangkutan masih kader Golkar, kenapa tidak? Masalahnya, beliau hari ini kader bukan?” tutup Udi dengan nada yang membiarkan pertanyaan itu menggantung dan menjadi tanda tanya tersendiri bagi publik.
Pernyataan Udi sekaligus membuka gambaran bahwa kontestasi Musda Golkar Kabupaten Bekasi kali ini akan berlangsung lebih terbuka dan kompetitif dari sebelumnya. Dengan sejumlah nama yang mulai bermunculan dan dinamika internal yang terus bergerak, siapapun yang akhirnya duduk di kursi ketua harus benar-benar melewati proses yang tidak mudah.
bram ananthaku









