BRIGEZ Desak Pemerintah Kabupaten Bekasi Tindak Praktik Pungli di Pasar Tumpah

portal kabar – Keberadaan Pasar Tumpah Cikarang kembali mendapat kritik masyarakat karena dianggap sering kali menjadi sarang praktik pungutan liar (pungli) dan merusak pemandangan.

Wisnu Saputra, dari Ormas BRIGEZ Kabupaten Bekasi, jelaskan bahwa pada 15 Juni 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah melakukan penertiban dengan membatasi jam operasional Pasar Tumpah hingga pukul 05.00 WIB. Sayangnya, situasi di lapangan menunjukkan bahwa pasar tersebut baru sepenuhnya bersih pada pukul 07.00 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas yang padat di pagi hari pun berpotensi menyebabkan kesemerawutan.

“Dalam sosialisasi penertiban, hasilnya nihil. Pasar tetap beroperasi hingga waktu yang mengiaskan risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan,” ungkap Wisnu.

Portal Kabar  Plt Ketua KORMI Bekasi Targetkan Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat

Lebih lanjut, Wisnu menyoroti adanya dugaan praktik pungli yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pengelola pasar. Dia menyatakan bahwa pedagang sering menjadi korban dari praktik tersebut, yang menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak berwenang.

Pada 16 Mei 2025, dalam Rapat Koordinasi Penertiban Pasar di Hall Sentra Grosir Cikarang, BRIGEZ hadir bersama Kepolisian Resort Metro Bekasi. Dalam pertemuan itu, BRIGEZ mendukung penutupan pasar dan merekomendasikan pemindahan ke lokasi yang lebih sesuai, demi menjaga estetika kota serta fungsi fasilitas umum.

“Namun, kami kecewa karena penertiban hanya berupa himbauan jam operasional yang memberikan celah bagi praktik pungli kembali bermunculan,” tegasnya.

Wisnu menekankan bahwa pasar seharusnya melayani kepentingan umum, bukan hanya kelompok tertentu. Pihaknya mendesak PemKab Bekasi segera menutup pasar dan mencari solusi yang adil bagi para pedagang.

Portal Kabar  Desa Tanjungsari Gelar Musrembang, Dua Anggota DPRD Bekasi Hadir Tampung Aspirasi Warga

“Kami berkomitmen untuk mendorong Pemkab Bekasi agar menutup Pasar Tumpah dan merumuskan solusi yang baik untuk semua. Estetika dan keselamatan kota harus menjadi prioritas,” tutup Wisnu Saputra.

bram ananthaku

Berita Lainnya

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

portal kabar –…

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Pelatihan Manajemen Air Minum Tirta Bhagasasi Berbau Polemik: Biaya Janggal hingga Dugaan Intervensi Satu Direktur

Pelatihan Manajemen Air Minum Tirta Bhagasasi Berbau Polemik: Biaya Janggal hingga Dugaan Intervensi Satu Direktur

Rumahnya Digeledah KPK, Ono Surono Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana ke Dirinya maupun PDIP

Rumahnya Digeledah KPK, Ono Surono Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana ke Dirinya maupun PDIP

Bau Tak Sedap di Perumda Tirta Bhagasasi: Dana Rp72 Miliar Mengendap, Proyek Diduga Dijadikan Ijon

Bau Tak Sedap di Perumda Tirta Bhagasasi: Dana Rp72 Miliar Mengendap, Proyek Diduga Dijadikan Ijon

Lugas Muhtada Sobirin, Bicara Tentang Kandidat Terkuat Ketua Golkar Bekasi

Lugas Muhtada Sobirin, Bicara Tentang Kandidat Terkuat Ketua Golkar Bekasi

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Mantan Pejabat Bekasi, Kasus Suap Makin Melebar

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Mantan Pejabat Bekasi, Kasus Suap Makin Melebar

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut