portal kabar – Musda XI DPD Golkar Jawa Barat di Hotel Trans Luxury, Bandung, Kamis (2/4/2026), langsung diwarnai kontroversi. Sebuah spanduk ucapan selamat atas terpilihnya Daniel Mutaqien sebagai Ketua DPD Golkar Jabar terpampang di pintu gerbang Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, padahal pemilihan resmi baru dijadwalkan Jumat (3/4/2026).
Spanduk berwarna kuning khas Golkar itu memuat foto Daniel Mutaqien dengan tulisan tegas: “Selamat atas terpilihnya Daniel Mutaqien sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.” Di sebelah kiri terpampang foto Edwin Senjaya, Ketua Golkar Kota Bandung.
Kemunculan spanduk ini memantik pertanyaan besar, apakah hasil Musda sudah ditentukan sebelum pemilihan berlangsung? Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari panitia maupun pengurus DPD Golkar Jabar soal siapa yang memasang spanduk tersebut.
Di tengah kontroversi itu, Musda resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham. Ia menyampaikan pesan Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar Golkar berada di garis terdepan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.
“Golkar harus berada di barisan terdepan menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, termasuk soal ketahanan pangan, energi, UMKM, hingga penguatan koperasi,” ujar Idrus.
Idrus juga menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, meminta masyarakat tetap tenang.
Sementara itu, puluhan massa dari berbagai ormas dan LSM Jabar menggelar aksi demonstrasi di depan hotel. Koordinator aksi Ahmad Sodikin menyoroti dugaan kejanggalan mekanisme internal Musda, khususnya soal penetapan keanggotaan yang dinilai tidak sesuai aturan. Meski begitu, massa menegaskan aksi bukan untuk menggagalkan Musda, melainkan mendorong proses yang lebih transparan.
Ketua DPD Golkar Jabar petahana Ace Hasan Syadzily resmi memastikan tidak akan maju kembali. Keputusan itu diambil karena Ace saat ini mengemban tugas negara sebagai Gubernur Lemhannas.
“Saya memang tidak maju lagi karena sedang menjalankan tugas negara,” kata Ace.
Dengan spanduk kontroversial yang terlanjur viral dan aksi demonstrasi yang mewarnai hari kedua, Musda Golkar Jabar kini tak sekadar ajang pergantian kepemimpinan, ia telah berubah menjadi panggung politik yang penuh dinamika dan sorotan publik.
pram






