Dr. Karlina Supelli: Menjaga Integritas Akademis di Tengah Rencana IUP Perguruan Tinggi

portal kabar – Dr. Karlina Supelli, seorang filsuf dan Direktur Pascasarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, secara tegas menyatakan bahwa perguruan tinggi tidak memiliki kewenangan untuk mengelola atau memperoleh izin usaha pertambangan (IUP). Pernyataan ini diungkapkan saat menjawab pertanyaan terkait rencana pemberian IUP kepada perguruan tinggi, yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.

Menurut Dr. Karlina, seperti dikutip dari Antara, tujuan pendidikan sudah sangat jelas, dengan tiga fokus utama yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Tridharma ini mencakup kewajiban lembaga pendidikan untuk melaksanakan pendidikan, melakukan penelitian, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat, yang semuanya tidak mencakup kegiatan pengelolaan usaha seperti pertambangan.

Portal Kabar  Berani Ubah Kurikulum? Ini Dia Tantangan Berat Kemendikdasmen yang Harus Dihadapi

Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan oleh Gerakan Nurani Bangsa di Jakarta Pusat pada hari Selasa, Dr. Karlina menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika IUP diberikan kepada perguruan tinggi, hal tersebut dapat mengganggu independensi lembaga pendidikan. Ia menegaskan bahwa situasi ini akan menyulitkan perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah.

Kekhawatiran ini semakin mendalam ketika ia mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki pengaruh dalam pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri. Pengaruh tersebut dapat memengaruhi keputusan kampus dalam menerima IUP yang mungkin akan diberikan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang dapat merusak integritas akademis.

Dr. Karlina meyakini bahwa semua lembaga pendidikan memiliki semangat yang sama dalam mempertimbangkan penerimaan IUP tersebut. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung perguruan tinggi serta mahasiswa dan dosen dalam menolak kebijakan ini, mengingat risiko dan konsekuensinya yang sangat besar.

Portal Kabar  Tokoh Muda: Julukan "Raja Bongkar" Seharusnya Jadi Sindiran untuk Bupati Bekasi

Dengan demikian, jelas bahwa Dr. Karlina Supelli tidak hanya memfokuskan perhatian pada aspek akademis, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap isu-isu etis dan independensi pendidikan tinggi di Indonesia.

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance