Menteri ATR/BPN AHY Menghadapi Tantangan Mafia Tanah di Jawa Barat

portal kabar – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini mengungkapkan dua kasus mafia tanah yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat lebih dari Rp3,6 triliun di Jawa Barat.

โ€œAlhamdulillah, di akhir masa tugas ini, kami tidak hanya berhasil mengungkap, tetapi juga menjelaskan kepada publik bahwa kasus mafia tanah di Bandung, khususnya di Dago Elos, akhirnya dapat diselesaikan,โ€ ungkap AHY setelah mengumumkan kasus pertanahan di Bandung pada hari Jumat.

AHY menjelaskan bahwa kasus pertama melibatkan seorang tersangka di Pacet, Kabupaten Bandung, dengan modus pemalsuan surat dan penggelapan biaya pengurusan izin pembangunan perumahan. โ€œLokasi tanah yang bermasalah ini direncanakan untuk pembangunan perumahan sekitar 264 unit, dengan kerugian sebesar Rp51 miliar,โ€ tambahnya.

Portal Kabar  BN Holik Qodratullah, Antara Kepentingan Golongan Partainya dan Siapa Diminati oleh Siapa

Sedangkan untuk kasus kedua, terdapat dua tersangka di Dago Elos, Kota Bandung, yang juga menggunakan modus pemalsuan akta otentik. Mereka telah dijatuhi hukuman penjara selama 3,5 tahun, dengan kerugian mencapai Rp3,6 triliun yang melibatkan Muller bersaudara.

โ€œKasus ini terus menarik perhatian, terutama dari masyarakat di Dago Elos, yang sudah terdampak sejak 2016. Sekitar 2.000 orang dan lebih dari 360 kepala keluarga sangat mengharapkan keadilan,โ€ jelas AHY.

Lebih lanjut, AHY menginformasikan bahwa ada 98 kasus mafia tanah yang menjadi target operasi pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 43 kasus sudah memasuki penetapan tersangka, dengan beberapa di antaranya berada pada tahap P19 dan P21.

Portal Kabar  Pengangkatan CASN: Upaya Pemerintah Mewujudkan Pelayanan Publik yang Optimal

Khusus untuk kasus yang berada di tahap P21, AHY mencatat ada 55 kasus mafia tanah dengan total 165 tersangka, melibatkan luas tanah lebih dari 488 hektar dan potensi kerugian lebih dari Rp41 triliun. “Nilai kerugian ini meningkat signifikan setelah kami mengungkap tindakan pidana pertanahan di Bekasi tiga hari yang lalu,” tutupnya.

pram

Berita Lainnya

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

portal kabar –…

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

Dukungan Bersyarat: Ade Syukron Ancam Tinggalkan H. Marjuki Jika Tak Punya Visi Perubahan

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Ijon Proyek Bekasi Kian Meluas

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Bekasi, Komisaris PT Taracon Diperiksa sebagai Saksi

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance

Dialog Pemkab Bekasi dan Mahasiswa Cipayung Plus Dinilai Langkah Maju Menuju Good Governance