Pemeriksaan Rini Soemarno oleh KPK: Menelusuri Jejak Korupsi PGN

portal kabar – Menteri BUMN periode 2014-2019, Rini Soemarno, tiba-tiba diperiksa oleh KPK pada hari Senin (10/2). Menariknya, namanya tidak ada dalam daftar yang diumumkan oleh juru bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto.

Rini selesai diperiksa sekitar pukul 15.19 WIB. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaannya berkaitan dengan perannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT IAE.

“Saya diminta memberikan keterangan sebagai saksi tentang direktur utama dan program akuisisi PGN oleh Pertamina. Program itu adalah program pemerintah,” kata Rini di KPK.

Rini menegaskan tidak mengetahui detail kontrak jual beli gas antara PGN dan IAE. Ia juga menjelaskan bahwa penyidik sedang menyelidiki transaksi yang dilakukan oleh Danny Praditya ketika menjabat sebagai Direktur Komersial PT PGN.

Portal Kabar  KPK Setop Kasus Korupsi Tambang Konawe Utara yang Diklaim Rugikan Negara Rp2,7 Triliun

“Oh tidak, itu seharusnya tidak sampai ke direktur utama, biasanya itu urusan direktur biasa. Saya juga bertanya, apakah ini transaksi yang harus diketahui oleh direktur utama,” tambahnya.

Selama penyidikan, KPK telah menggeledah beberapa lokasi, termasuk kantor pusat PT IAE dan PT Isargas di Jakarta, kantor pusat PT PGN di Jakarta, serta rumah pribadi tersangka di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Penggeledahan juga dilakukan di rumah pribadi tersangka lainnya di Bekasi dan kantor cabang PT IAE di Gresik, Jawa Timur.

KPK juga telah mencegah dua orang, Danny Praditya dan Iswan Ibrahim, untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

Kasus ini merupakan tindak lanjut dari audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Portal Kabar  Keracunan Massal di Bogor: 223 Siswa Terpapar

pram

Berita Lainnya

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

portal kabar –…

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

Polisi Aktif Diduga Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi, KPK Buka Penyelidikan Lebih Lanjut

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

DPR Siapkan Revisi UU ASN, Pusat Bakal Punya Kuasa Lebih dalam Mutasi Pegawai

Rebutan Kursi Ketua Golkar Bekasi: Antara Ambisi, Loyalitas, dan Kalkulasi Politik

Rebutan Kursi Ketua Golkar Bekasi: Antara Ambisi, Loyalitas, dan Kalkulasi Politik

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu dan 15 Orang Lainnya Diamankan

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu dan 15 Orang Lainnya Diamankan

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

KPK Periksa Kadis Bekasi dan Sita Uang Terkait Suap Proyek Rp11,4 Miliar

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Golkar Jabar Kehilangan Nahkoda: Ace Hasan Pilih Lengser di Puncak Kejayaan

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Nama Plt Bupati Bekasi Terseret Bursa Ketua Golkar, dr. Asep Surya Atmaja Tegas Menampik

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

Saksi Kasus Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Diduga Dibakar

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

KPK Sebut CCTV Dimatikan Keluarga Saat Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono