portal kabar – Polemik di tubuh Perumda Tirta Bhagasasi terus berkembang dan kian meruncing. Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua persoalan yang terjadi di perusahaan air daerah tersebut, namun dengan catatan bahwa prosesnya harus melalui tahapan yang terstruktur, termasuk kajian-kajian yang diperlukan.
“Saya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua peristiwa yang terjadi hari ini di tubuh Tirta Bhagasasi. Evaluasi itu harus melalui proses tahapan-tahapan yang salah satunya adalah kajian-kajiannya,” ujar dr. Asep.
Yang membuat persoalan ini semakin serius adalah munculnya dua kubu yang berseberangan di internal Perumda Tirta Bhagasasi. Kondisi ini dinilai tidak hanya berpotensi merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan air bersih, tetapi juga berpotensi merugikan pemerintah daerah selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Pemerhati isu publik, Dito, menyebut dualisme yang terjadi di Tirta Bhagasasi sudah merambah hingga ke level Dewan Pengawas, yang seharusnya menjadi penjaga tata kelola perusahaan justru menampilkan perbedaan sudut pandang yang jauh dari saling mendukung.
“Kajian yang terjadi pada Perumda Tirta Bhagasasi terdapat dualisme yang berbeda. Para Dewan Pengawasnya pun menampilkan perbedaan sudut pandang yang jauh dari saling dukung,” ungkap Dito di Lippo Cikarang, rabu, 22/07/2026.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi melahirkan konflik yang pada akhirnya akan mengganggu sistem pelayanan air bersih kepada masyarakat, karena kebijakan yang dihasilkan akan saling bertentangan satu sama lain.
Dito menegaskan bahwa kondisi ini menjadi ujian nyata bagi Plt. Bupati Bekasi selaku KPM atau Kuasa Pemilik Modal dalam menyelesaikan persoalan yang kian berlarut-larut.
“Di sinilah letak KPM atau Kuasa Pemilik Modal alias kepala daerah diuji kemampuannya dalam menyelesaikannya,” tegas Dito.
Publik kini menanti apakah evaluasi yang dijanjikan Plt. Bupati Bekasi akan mampu memutus mata rantai persoalan yang telah lama membelit Perumda Tirta Bhagasasi, mulai dari dugaan pencucian uang penyertaan modal, proyek yang tidak terealisasi, hingga kini dualisme kepemimpinan yang mengancam kualitas pelayanan air bagi jutaan warga Kabupaten Bekasi.
bram ananthaku








