portal kabar – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Bosih Awalludin, menggelar Reses Sidang ke-II Tahun Anggaran 2026 di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026). Anggota Komisi II Dapil 1 ini menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang tepat sasaran.
Dalam reses kali ini, Bosih menitikberatkan perhatiannya pada sektor pendidikan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas yang perlu segera dikembangkan di tengah masyarakat. Menurutnya, kemandirian ekonomi berbasis ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun karakter kebangsaan yang tangguh.
“Pendidikan ketahanan pangan itu adalah landasan bagi pembentukan karakter berbangsa dan bernegara melalui kemandirian,” ujarnya di hadapan para konstituen.
Bosih juga menyoroti sulitnya lapangan pekerjaan yang saat ini dirasakan masyarakat. Meski Kecamatan Setu kini dikelilingi oleh kawasan industri, ia menilai hal tersebut tidak boleh menjadikan masyarakat bergantung sepenuhnya pada sektor industri semata. Program ketahanan pangan, menurutnya, bisa menjadi jalan alternatif yang nyata dalam menciptakan lapangan kerja baru berbasis ekonomi mandiri.
“Sulitnya lapangan pekerjaan saat ini tidak serta merta menjadikan masyarakat kita lemah. Program-program ketahanan pangan itu wajib dikembangkan dalam masyarakat. Meski Setu hari ini banyak dikelilingi oleh kawasan industri, namun ekonomi mandiri bisa menjadi alternatif lain dalam menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru,” tegasnya.
Seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan dibawa Bosih sebagai bahan pembahasan di tingkat DPRD Kabupaten Bekasi untuk diperjuangkan dalam kebijakan dan anggaran daerah ke depan.
bram ananthaku









