RK Dipanggil KPK Pekan Ini, Diduga Terima Aliran Dana Korupsi BJB Rp222 M

portal kabar – Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) bakal menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan ini. Eks orang nomor satu di Gedung Sate itu diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021-2023 yang menelan kerugian negara mencapai Rp222 miliar.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, surat panggilan untuk RK sudah dikirim sejak seminggu lalu. Penyidik kini tengah menunggu kedatangan politisi yang sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta itu.

Panggilan sudah kami lakukan ya, jadi tinggal ditunggu. Panggilan sudah kami layangkan, tinggal menunggu ya. Di minggu ini, informasinya begitu, ditunggu makanya,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan (1/12/2025).

Asep enggan menyebutkan hari dan jam pasti pemeriksaan terhadap RK. Yang jelas, lanjutnya, jadwal pemeriksaan sudah disepakati dan akan dilaksanakan dalam hitungan hari.

Portal Kabar  KPK Geledah Rumah Sarjan, Amankan Flashdisk dan Dokumen

Dari investigasi yang dilakukan, nama Ridwan Kamil muncul sebagai salah satu pihak yang diduga menerima aliran dana hasil mark-up anggaran iklan BJB. KPK telah mengantongi sejumlah bukti yang mengarah pada keterlibatan mantan Wali Kota Bandung itu.

Setidaknya ada dua saksi kunci yang telah diperiksa terkait aliran dana ke RK: Lisa Mariana dan Ilham Akbar Habibie. Dari pemeriksaan inilah, terungkap transaksi mencurigakan pembelian mobil mewah.

Temuan KPK Terkait RK antara lain: Transaksi Mobil Mewah yang diduga menggunakan dana hasil korupsi untuk membeli mobil dari Ilham Akbar Habibie, namun pembayaran belum lunas, KPK sempat menyita mobil tersebut sebagai barang bukti, namun kemudian dikembalikan ke Ilham, dan Ilham akhirnya menyerahkan uang pembayaran dari RK kepada KPK untuk proses penyidikan, Rumah RK juga menjadi lokasi pertama yang digeledah penyidik pada 10 Maret 2025.

Portal Kabar  BNN Ungkap Kasus Narkoba di Kota Medan: Dua Camat dan Dua Lurah Positif

Sebelum RK dipanggil, KPK lebih dulu menetapkan lima tersangka dalam kasus skandal pengadaan iklan BJB ini. Mereka terdiri dari dua petinggi bank BUMD tersebut dan tiga pengusaha agensi iklan. Mereka adalah: Yuddy Renaldi – Mantan Direktur Utama BJB dan Widi Hartoto – Eks Kepala Divisi Corporate Secretary BJB. Sementara dari kalangan swasta: Ikin Asikin Dulmanan -Pemilik Agensi Iklan, Suhendrik – Pengusaha Agensi dan R. Sophan Jaya Kusuma – Direktur Agensi.

Kasus ini berawal dari anggaran promosi BJB yang mencapai Rp409 miliar untuk periode 2021-2023. Dana jumbo itu dialokasikan untuk penayangan iklan di berbagai media: televisi, media cetak, hingga platform digital.

BJB menggandeng enam agensi iklan besar untuk mengelola kampanye promosi tersebut. Namun, di sinilah akal-akalan terjadi.

Portal Kabar  PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Gelar PKP Angkatan II di Peringatan Bulan Bung Karno

FAKTA KERUGIAN NEGARA:

  • Total Anggaran Iklan: Rp409 Miliar
  • Periode Kasus: 2021 – 2023
  • Jumlah Agensi Terlibat: 6 Perusahaan
  • Platform Media: TV, Cetak, Online
  • Selisih Dana Mencurigakan: Rp222 Miliar
  • Status: Ditaksir sebagai kerugian negara

Dari penelusuran KPK, terungkap adanya selisih signifikan antara dana yang diterima agensi dari BJB dengan jumlah yang benar-benar dibayarkan ke media. Selisihnya fantastis: Rp222 miliar!

Dana senilai Rp222 miliar inilah yang kini menjadi fokus penyidikan. KPK menduga, uang tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan mengalir ke sejumlah pihak, termasuk diduga masuk ke kantong RK.


pram

Catatan Redaksi: Dalam sistem hukum Indonesia, seseorang dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Berita Lainnya

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

portal kabar –…

Sarjan Blak-Blakan di Persidangan: “Saya Anak Buah Yayat, Bukan Kartel”

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

Sarjan Blak-Blakan di Persidangan: “Saya Anak Buah Yayat, Bukan Kartel”

Sarjan Blak-Blakan di Persidangan: “Saya Anak Buah Yayat, Bukan Kartel”

Semangat Hari Kartini, Ani Rukmini Ajak Perempuan Bekasi Berkontribusi untuk Bangsa

Semangat Hari Kartini, Ani Rukmini Ajak Perempuan Bekasi Berkontribusi untuk Bangsa

25% Korupsi yang Ditangani KPK Berasal dari Pengadaan Barang dan Jasa, Bekasi Jadi Contoh Nyata

25% Korupsi yang Ditangani KPK Berasal dari Pengadaan Barang dan Jasa, Bekasi Jadi Contoh Nyata

Tirta Bhagasasi Dilaporkan: Dugaan Pencucian Uang dari Modal Pemkab Bekasi

Tirta Bhagasasi Dilaporkan: Dugaan Pencucian Uang dari Modal Pemkab Bekasi

Internal Golkar Bekasi Panas: Pengurus Bantah Ada Faksi Baru

Internal Golkar Bekasi Panas: Pengurus Bantah Ada Faksi Baru

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Jelang Musda, Kader Golkar Bekasi Kumpul di Jahudi Centre: Silaturahmi Biasa atau Sinyal Pergerakan?

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Tirta Bhagasasi: Ketika Jabatan Berlipat, Pengawasan Meredup

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Berkas Rampung, Bupati Bekasi Nonaktif dan Ayahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan