Kekosongan Jabatan di OPD Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Desak Plt. Bupati Segera Ambil Sikap

portal kabar – Pasca ditangkapnya Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa bulan lalu, Wakil Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang secara otomatis beralih fungsi menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, kini menanggung beban birokrasi yang tidak ringan. Salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi adalah banyaknya kekosongan jabatan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sejumlah langkah telah ditempuh oleh Plt. Bupati dalam upaya mengisi kekosongan tersebut, di antaranya penunjukan Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Plt. Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, serta pelantikan 464 pejabat fungsional. Namun demikian, langkah-langkah tersebut dinilai belum memadai mengingat kekosongan pada posisi pimpinan OPD masih cukup signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, di mana para Plt. yang merangkap sejumlah jabatan sekaligus kerap menghadapi keterbatasan dalam mengoptimalkan fungsi dan kinerja unit kerja masing-masing.

Portal Kabar  Mantapkan Dukungan ke dr Asep Sebagai Bacawabup, Partai Buruh Gelar Rapim Exco se Kabupaten Bekasi

Di tengah kondisi tersebut, berkembang wacana agar dr. Asep Surya Atmaja segera didefinitifkan sebagai Bupati Bekasi melalui usulan DPRD. Hal ini didasari pertimbangan bahwa status definitif akan memberikan keleluasaan kewenangan yang lebih luas dan independen kepada kepala daerah dalam mengambil keputusan strategis, tanpa harus melalui mekanisme persetujuan birokrasi di tingkat yang lebih tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Syukron Hanas, menyampaikan pandangannya secara tegas kepada Portal Kabar melalui pesan suara pada Jumat (24/4/2026). Menurutnya, persoalan kekosongan jabatan di lingkungan OPD sesungguhnya merupakan cerminan dari kemauan dan inisiatif pemerintah daerah itu sendiri dalam menyikapinya.

“Kalau memang dirasa mengganggu terhadap pelayanan, pemerintah harus segera mengambil sikap dengan tidak berdiam diri. Kan banyak tuh yang saya dengar kekosongan di level bidang, itu bisa kok langsung bersurat ke Kemendagri untuk mendorong usulannya, dan jangan berdiam diri saja,” tegas Ade Syukron.

Portal Kabar  Dua Kecamatan Tersisa: KPU Kabupaten Bekasi Menuju Finalisasi Rekapitulasi Suara

Pernyataan Ketua DPRD tersebut secara implisit mengandung pesan bahwa mekanisme pengisian kekosongan jabatan melalui jalur resmi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesungguhnya terbuka dan dapat ditempuh tanpa harus menunggu proses definitisasi kepala daerah. Hal ini sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan persoalan struktural birokrasi yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bekasi.

Persoalan kekosongan jabatan ini menambah panjang daftar tantangan yang harus dihadapi Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam masa transisi kepemimpinan akibat proses hukum yang sedang berjalan. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya keberlangsungan tata kelola pemerintahan yang baik, terutama dalam situasi yang memerlukan kepastian struktural di tingkat operasional birokrasi daerah.

Portal Kabar  9.580 Pelamar, Hanya 23 yang TMS: Dari Berkas hingga Lulus Administrasi PPPK Bekasi

bram ananthaku

Berita Lainnya

Reses di Lubang Buaya, Bosih Awalludin Dorong Ketahanan Pangan sebagai Solusi Lapangan Kerja di Setu

portal kabar –…

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

portal kabar –…

Kabarkan Peristiwa

Reses di Lubang Buaya, Bosih Awalludin Dorong Ketahanan Pangan sebagai Solusi Lapangan Kerja di Setu

Reses di Lubang Buaya, Bosih Awalludin Dorong Ketahanan Pangan sebagai Solusi Lapangan Kerja di Setu

Yusril Akui UU Peradilan Militer Harus Direvisi, tapi Pemerintah Belum Ambil Inisiatif

Yusril Akui UU Peradilan Militer Harus Direvisi, tapi Pemerintah Belum Ambil Inisiatif

Mendagri: Penghargaan untuk Daerah Berprestasi Bukan Seremoni, tapi Penyeimbang Narasi Negatif

Mendagri: Penghargaan untuk Daerah Berprestasi Bukan Seremoni, tapi Penyeimbang Narasi Negatif

KPK Usul Calon Presiden hingga Kepala Daerah Wajib Kader Berjenjang, Mahar Politik Jadi Sorotan

KPK Usul Calon Presiden hingga Kepala Daerah Wajib Kader Berjenjang, Mahar Politik Jadi Sorotan

Kekosongan Jabatan di OPD Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Desak Plt. Bupati Segera Ambil Sikap

Kekosongan Jabatan di OPD Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Desak Plt. Bupati Segera Ambil Sikap

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

Tata Kelola Perumda Tirta Bhagasasi Kembali Disorot: Rapat Proyek Diduga Luput dari Pengawasan Kuasa Pemilik Modal

Sarjan Blak-Blakan di Persidangan: “Saya Anak Buah Yayat, Bukan Kartel”

Sarjan Blak-Blakan di Persidangan: “Saya Anak Buah Yayat, Bukan Kartel”

Semangat Hari Kartini, Ani Rukmini Ajak Perempuan Bekasi Berkontribusi untuk Bangsa

Semangat Hari Kartini, Ani Rukmini Ajak Perempuan Bekasi Berkontribusi untuk Bangsa

25% Korupsi yang Ditangani KPK Berasal dari Pengadaan Barang dan Jasa, Bekasi Jadi Contoh Nyata

25% Korupsi yang Ditangani KPK Berasal dari Pengadaan Barang dan Jasa, Bekasi Jadi Contoh Nyata